Jumat, 04 November 2016

Pekan Ini

Semoga tidak ada bahasa gaul atau bahasa Cinta Laura dalam kiriman ini..


Sesuai judul saya akan membahas segala yang terjadi di pekan ini. Senin ini saya menghadiri sebuah seminar yang berjudul Penulisan Kreatif Bahasa dan Sastra Berbasis Kearifan Lokal di kampus saya (maaf tempat tidak saya sebutkan secara langsung, karena saya tidak mau mencemari nama almamater saya dengan kelakuan saya yang bodoh ini). Seminar ini diadakan oleh jurusan saya yang baru berusia satu tahun. Saya bukan cuma menghadiri seminar ini tetapi juga mengisi acara. Saya bintang tamu acara ini loh, yaa walaupun rombongan. Saya satu di antara banyak anggota paduan-suara-jurusan yang belum diberi nama. Kami menyanyikan lagu Warung Pojok, Tuhan, dan Penasaran. Latihannya memakan waktu sedikit, hanya tiga hari, sedikit namun lumayan menguras tenaga. Kami dilatih oleh Pak Jabidi sekaligus sebagai konduktor kami. Kami belum memiliki konduktor. Saya pribadi senang hadirin cukup terhibur dengan penampilan kami, termasuk narasumber seminar.

Saya menyaksikan seminar dengan (pemaksaan bahwa saya harus) semangat. Sebelumnya saya sering mengikuti seminar. Tapi seringnya saya tidak terlalu menyimak karena saya tergoda dan hanyut oleh obrolan-obrolan teman-teman saya. Jadilah saya pulang seminar dengan membawa sedikit (pisan) ilmu, selembar sertifikat, dan perasaan mengantuk karena kekenyangan dengan konsumsi seminar. Sehingga saya harus antusias dengan seminar ini agar tidak sia-sia.

Namun apa daya, lingkungan tidak memungkinkan untuk serius. Pendengaran manusia saya tidak mampu mencari celah di antara kegaduhan dan keributan teman-teman jurusan saat seminar. Sehingga saya #gagalserius pada akhirnya saya hanya membawa sedikit catatan, sertifikat, dan konsumsi. Di akhir seminar, banyak sumbangan penampilan dari mahasiswa dan undangan. Mereka menampilkan pembacaan puisi dengan begitu keren, sehingga saya bermimpi untuk melakukan hal yang sama di saat aku sudah punya karya puisi (saya belum punya karya puisi sih). Setelah pembacaan puisi, narasumber membagikan alamat surel pribadinya agar peserta seminar dapat menunjukan karyanya kepada beliau lewat surel.

Kali ini saya makin bersemangat untuk membuat puisi. Sebenarnya saya pernah membuat puisi, itupun karena tugas sekolah. Saya ingin merutinkan diri untuk berkarya dalam bidang tulis-menulis khususnya bidang kepenulisan sastra. Sekitar sore menjelang malam di hari itu juga (31 Oktober) saya menulis dua puisi selama tiga puluh menit, dan saya kirimkan kepada narasumber seminar itu.

Assalamualaikum pak S******.
Wilujeng daluh..
Saya pemirsa seminar tadi siang. Senang sekali bisa menyaksikan materi Bapak tentang sastra. Saya ingin menunjukan beberapa karya saya kepada Bapak (di lampiran).
Hatur nuhun..
Wassalamualaikum..

Saya pun berkutat lagi dengan tugas-tugas yang dibebankan kepada saya. Siklus mahasiswa saya alami lagi setelah kesibukan saya berlatih paduan suara 3 hari belakangan. Besoknya saya menulis puisi lagi, namun tidak saya kirimkan ke Beliau. Saya memang tidak suka menampilkan karya saya di media sosial atau blog. Karena saya tidak ingin puisi saya dijiplak oleh orang tidak bertanggung jawab. Saya lebih memilih menyimpannya. Mungkin saya salah, saya harusnya membagikan karya saya. Namun saya tetap tidak akan menampilkan karya saya di media sosial atau juga blog.

Akhirnya hari Jumat yang ditunggu-tunggu telah tiba yaitu saat dimana aku bisa bersantai lebih banyak. Kumanfaatkan dengan beristirahat, sesekali mengerjakan sesuatu. Saat saya membuka email, ternyata ada balasan dari narasumber seminar.

Alaikum salam Hikmah UU, mohon maaf saya msh terus sibuk hingga ini lambat menanggapi surelmu. Ampun adik mhsw yang produktif ini saran Bapak:
1. Cukup di awal baris sj pakai huruf kapital, pada baris kedua dan seterusnya pakai huruf kecip di awal kalimat. Hingga baris kesrkian kau kau mengakhiri puosi itu.
2. Jangan bnyak mengulang kata biatlr yak njenuhkan pembaca, misalnya kata aku aku aku aku mana yg pantas  dianulir(dihilangkan).
3. Judul pakai yg mbuat pembaca penasaran dan ingin mneruskan baca karyamu (penyair). Misal pd judul cerpen IKAN DI DALAM BOTOL, IBUKU AYAH, ADA HIKMAH DI BALIK GUNUNG dll tentu penasaran pembaca khan?.
4. Oke buat judul(karya lima judul ya) masing2 sepanjnang milikmu tadi dan kirim ke J*** *** Pusat di S******* email: a*******o@yahoo.com . Pakailh identitas yg keren misalnya *) mahasis wi **** *** *** **** ***** ******* ******* **** ***** dan pengelola Komunitas Pena Mai****** (mahasis wa ******** *******).


Saya hanya tertawa karena melihat kata produktif di surel itu. Mungkin Beliau berkata demikian karena membaca kata beberapa karya saya di surel saya. Hahaha. Semoga ini doa dan akan menjadi nyata, bahwa aku penulis yang produktif :) Bagaimanapun saya sangat berterima kasih dengan saran yang Beliau berikan.
Oya, kenapa ada kata ampun di balasan surel beliau? Mungkin itu seni? =))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar