Gue pertama kali denger kata ini dari orang yang gue temui di angkot dan nyapa gue.
"Hai, kamu ikut ujian masuk IAIN ya?"
Kata gue, "eh iya, dari pesantren ya?" gue bilang gini karena muka dia santri abis.
"Iya, hehe. Mbak pasti dari SMA ya?"
Hmm, sudah kuduga bakal nanya begini, gue tanya balik "Iya, masih tinggal di pondok?"
"Ngga, udah boyong."
Dari situlah gue mengenal kata boyong.
Selama 4 Bulan menjalani kehidupan di Ma'had Al-Jami'ah yang sepertiga pesantren sepertiga asrama sepertiga rusunawa yang penuh lika liku dan canda tawa ini, akhirnya gue BOYONG.
Gue kemasin barang-barang gue buku, baju, ke dalam koper. Ga semua barang sih, gue tinggalin sprei, bantal, baju-baju buat gue UAS di kampus dan tidur disitu selama 2 minggu lagi.
Harusnya hari ini gue masih di asrama, cumaa kalo hari tenang ga sama keluarga tuh gimanaa ya. Masa sama temen mulu. Gue juga punya rasa kangen sama ortu. hihihi
Ga penting ya, sayangnya gue lupa menjepret momen boyong ini.
Tapi nanti ada momen boyong kedua (elah), sama temen-temen, sama musyrifah tercintah. Semoga gue bisa post lagi disini. Momen boyong-boyong sprei sama bantal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar