Sutradara: Koernady Chalzoum
Produksi: Teater Awal UKM IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Tayang: 23 April 2016 pukul 16.00
HTM: rp.10 K
Where: Gedung Kesenian Rara Santang Cirebon
"Sepinya malam tidak akan bisa mengalahkan sepinya saya. Bulan yang kian redup menambah kepedihan disetiap datangnya malam."
Pengalaman pertama nonton teater nih. Biasanya saya menonton pertunjukan film saja.
Kesan pertama lihat posternya sih agak creepy gitu ya. Gue berasumsi pasti genrenya horor. Dengan kursi malas khas nenek nenek yang menjadi fokus dari pster itu. Ditambah judul yang mencekam. Berhubung genre horor adalah favorit gue, ya gue iyain aja pas ada temen nawarin tiket nonton teater ini.
Harga tiketnya murah nih cuma 10 k aja, dan ini cocok buat mahasiswa yang kurang duit, kurang hiburan, apalagi kurang kasih sayang mcm gue. Tiketnya bisa dipesen on the spot. Tidak ada perbedaan harga tiket presale on the spot sama aja. Tiketnya berbentuk stiker, jadi bisa ditempel di jidat. Hee. Gue sendiri udah pesen tiketnya sejak hari Senin, rencana nonton bareng single ladies hari Sabtu. Pas dikeluarin setelah disimpen di tas, tiketnya jadi lecek huhu. Untung masmasnya baik ya, boleh dituker sama yang bagus. Pas mau masuk, tiketnya harus dicap lagi. Eh tangan gue malah dicap sama masmasnya.
Pas masuk gedung teater, dan liat stage nya yang udah disiapin sedemikian rupa dengan kursi malas khasnya, gue mikir ceritanya pasti horor banget. Stagenya diset seperti ruang tamu ala ala pedesaan dengan kursi kayu jati dengan bantalan empuk, meja di tengahnya, foto keluarga, foto anak, dan kaligrafi. Satu lukisan yang 'mahal' dipajang sebelah kanan. 2 pintu dengan gorden ala ala rumah kampung. Gimana ga creepy ya.
instagram.com/aditya.putra.7
Di bangku penonton sendiri cukup sepi sih ya, ga kaya pertunjukan teater tingkat jabar minggu kemarin yang sampe-sampe ga kebagian tiket.
Pertunjukan dimulai. Perlahan dinaikan intensitas pencahayaannya. Semakin terlihat jelas apa yang diset di stage. Tampak seorang wanita yang diceritakan tidak muda lagi sedang duduk di kursi malas ia menanti kepulangan suaminya. Ia menanti 'gilirannya' untuk bertemu dengan suami tercintanya yang menikah lagi. Anak permpuannya nampak kurang waras bernama Wulan yang menunggu siaran berita di radio tentang seorang 'bajingan' yang harus dipenjara. Wulan juga selalu bertanya kapan 'bajingan' itu dilaporkan ke polisi. Wulan selalu ditenangkan oleh pembantunya yang berbadan besar dan mengenakan hijab dan daster. Wanita itu selalu meminta pembantunya untuk mengganti teh yang ada di atas meja dengan teh yang hangat. Karena suaminya suka dengan teh hangat itu. Ia ingin selalu menjadi teh yang hangat yang selalu bisa dinikmati, disenangi, dan dicintai oleh suaminya. Walaupun ia dimadu, ia tetap setia dengan suaminya.
Cerita berjalan, muncul suami wanita tua tadi yg disambut oleh istrinya. Suami yang baru mendapat kekayaan itu, berdebat dengan istrinya mengenai permohonan bantuan dari kerabatnya mengenai pembangunan pondok pesantren. Setelah itu terjadi pertengkaran suami istri.
Horornya dimana ya? Gue ga bisa bocorin banyak-banyak, spoiler hehe. Sehingga muncul pertanyaan, apa yang menyebabkam pertengkaran suami istri tersebut? Apa yang menyebabkan Wulan stress? Apa itu kado hitam? Apa itu bulan redup? Tonton ya, masih ada kok besok pukul 14.00-16.00 dan 16.00-17.00 WIB di gedung kesenian Rara Santang Cirebon. Cari tahu jawabannya satu per satu, gais.
Di akhir pertunjukan ada sesi tanya jawab. Gue sendiri tanya ke mas sutradara, dapet inspirasi dari mana sih? Kebetulan beliau sendiri yang nulis skenarionya. Beliau terinspirasi dari cerita tentang kehidupan, tentang wanita, tentang kesetiaan. So, pas banget nih kalo memperingati hari Kartini nonton drama ini.
Secara keseluruhan sih so far so good ya, gue baru pertama kali nonton pertunjukan drama sih. Settingnya lumayan, walau cuma satu, yaa penekanan budget mungkin ya. Gue pribadi salut sama pemeran suami ya, aktingnya ga lebay. Suka juga sama musiknya, menceritakan kesepian. Ada kejutan-kejutan kecil juga. Worth to watch lah. Sayang penontonnya sedikit.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar