Rabu, 27 April 2016

Sederhana vs Miskin


Kok judulnya begitu sih? Mereka kan sama aja?

Banyak yang berpendapat, sederhana dan miskin adalah hal yang sama saja. Sama-sama makan di kaki lima, kalo makan di rumah ga pake meja makan, malah kadang ga makan, tidur ga pake kasur, naik angkot atau jalan kaki, ga bisa beli gadget terbaru, ga punya uang banyak, ibunya bukan sosialita tapi ibu rumah tangga biasa, atau bapaknya bukan saudagar kaya tapi pedagang asongan kecil-kecilan. Biasanya, orang dengan ciri-ciri demikian disebut orang sederhana alias miskin.


Kalo kayak gini, untuk menjalani hidup sederhana harus miskin dong?

Tapi disini gue berpikir lain arti kesederhanaan. Sederhana itu tidak harus miskin, orang kaya juga bisa kok hidup sederhana. Orang kaya boleh mobil banyak, belanja setiap hari, uang berlimpah ruah, tapi sikapnya harus sederhana. Jadi arti kesederhanaan menurut gue adalah sikap dan hatinya, bukan keadaan fisik dan hartanya.

Orang Islam itu harus kaya, harus berupaya mencari rizki. Mengapa? Agar kita dapat beribadah dengan nyaman. Agar orang lain yang kurang ekonominya dapat dibantu oleh kita, dapat merasakan makanan yang lezat. Agar dapat melaksanakan ibadah haji.

So, boleh kaya tapi harus sederhana dan harus beramal di jalan Allah. Boleh miskin, juga harus sederhana dan berupaya mencari rizki. Kadang ada saja orang miskin yang selalu merasa kurang hingga mereka mencuri dan merampok. Jangan sampai hal itu menimpa kita ya gais

Tidak ada komentar:

Posting Komentar