Jumat, 22 April 2016

Tahu Bulat

Pernahkah mengalami kejadian, kita denger lagu yang cukup unik dan kita memutar lagu itu dengan sendirinya di pikiran kita? Contohnya lagu Wal* atau K*ngen Band kan biasanya unik tuh, kalo kebetulan naik angkot dan denger lagu mereka turun dari angkot kita masih kepikiran sama lagu itu. Kenapa bisa begini, ya? Apalagi lagu kenangan pas pacaran, hmmmmm baper.

Bukan cuma lagu sih, sama Jingle Iklan juga, pasti akan terngiang-ngiang terus hmm. Jingle orang jualan keliling juga bisa masuk sih. 

Saree Roci Roci Saree Roci tut tut tut tut tut tut tut Saree Roci Roci Saree Roci
Coba tebak lagi jualan apa?

Di antara banyak penjual keliling, gue tertarik sama penjual tahu bulat. Bukan berarti gue tertarik buat nikah sama dia (kecuali jodoh), tapi karena jinglenya yang fenomenal, fantastis, dan beranekaragam.
Kalau di daerah saya (Cirebon), jingle penjual tahu bulat ada tiga macem


(Ganggu aja lu tong, gue lagi jualan http://mytaktiktuk.blogspot.co.id)

Tahu bulat, digoreng dadakan, lima ratusan, tarahu! (Tarahu, plesetan dari tahu)

Tahu bulat, digoreng dadakan, lima ratusan, minta uang! (Ini yang ekstrim, nyuruh minta uang ke emaknya. Hmm)

Tahu bulat, digoreng dadakan, lima ratusan, halo! (Mungkin mamangnya lagi ceksound)


Tahu bulat, digoreng dadakan, lima ratusan, wakwaw! (Apa kira-kira maksudnya?)

Eh, empat macem ya bukan tiga.
Vokalis jinglenya juga macem-macem sih, ada anak kecil, ada anak muda, ada bapak-bapak sok cool, hehe.
Ternyata gue terlalu sempit memandang dunia pertahubulatan, ada juga yang jinglenya gini.
Tahu Bulat, digoreng dadakan, 500an, anget-anget ..., gutih-gurih..., Enyooooiiii ... (http://mytaktiktuk.blogspot.co.id) Kenapa harus ada kata 'anget-anget' nya?

TAHU…bulat…digoreng…dadakan…dimobil…lima ratusan…halal!

Di cianjur:
Kamarana urang Sundaaa… Tahuuu bulat, digoreng dadakan… lima ratusan… haraneut keneh… (cianjurekspres.com)

Dari mediakompilasi.com:
TAHU…bulat…digoreng…dadakan…dimobil…lima ratusan…halal!

Masih banyak lagi jingle tahu bulat yang lain.

Beberapa hal lagi yang menarik dari tukang tahu bulat adalah digoreng di atas mobil. Sehingga tukang tahu bulat bisa go nasional. Mungkin kalo dagang tahu bulatnya pake pesawat bisa go internasional kali ya, kaya Agnez Mo.
Eh jangan gitu dong. Perbandingannya jangan sama manusia, sama makanan lagi. Oke terus makanan Indonesia apa yang go internasional?
(noblebean.com)
Loh itu kan burger? Bukan makanan Indonesia! Kata siapa? Itu TEMPE.

2 komentar:

  1. Jingle di boyolali beda lagi , tahu ... bulat, digoreng dadakan, limaratusan, hallloooo .... gak habis pikir kenapa halo dipakai jadi akhiran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menyapa pembeli mungkin maksudnya, hehe :)

      Hapus